Saat masih menempuh pendidikan di SMA
tepatnya di SMAN 2 Jombang, pada awalnya saya tidak berpikir sama sekali untuk
masuk ke sekolah kedinasan. Pada waktu itu saya ingin melanjutkan ke pergutuan
tinggi. Saya sangat tertarik untuk melajutkan pendidikan di ITS jurusan Teknik
Sipil. Namun tuhan berkata lain. Semua usaha sudah saya lalukan. Namun saya
tidak diberi keberuntungan untuk melanjutkan pendidikan di ITS Surabaya.
Ditengah perjuangan untuk masuk ke
perguruan tinggi, ayah saya menyuruh saya untuk masuk sekolah kedinasan. Saya
disuruh mendaftar ke STAN (Sekolah Tinggi Akuntansi Negara). Saya pun menerima
saran ayah saya untuk mendaftar di STAN dengan mengikuti USM STAN (Ujian
Saringan Masuk STAN).
Saya mendaftar USM STAN di wilayah
Surabaya. Syarat untuk mengikuti USM STAN salah satunya yaitu melakukan
registrasi berkas-berkas, setelah melakukan registrasi baru mendapat kartu
untuk mengikuti USM STAN. Sebelum hari ujian USM STAN dilaksanakan, saya sudah
banyak berlatih soal-soal dari buku-buku yang telah saya beli.
Lokasi tempat ujian saya adalah di
GOR Basket CLS Surabaya. Karena lokasi tepatnya saya belum tahu jadi saya
putuskan menginap dulu sehari sebelum ujian di rumah saudara yang ada di
Surabaya daerah Karah Agung. Dalam perjalanan saya mendapat cobaan yaitu
diserempet orang dan terjatuh dengan mendapat luka di bagian siku kiri saya.
Tapi itu tidak menjadi kendala saya untuk mengikuti USM STAN.
Saya melakukan USM STAN tahap satu
yaitu tes tulis dengan saudara dan teman saya. Tes dimulai kira-kira pukul 8
pagi, starategi saya mengerjakan dengan mendahulukan bagian yang ada pola-pola
gambar yang menurut saya itu yang paling mudah. Kendala mengerjakan tes tidak
saya rasakan karena saya mengerjakan dengan santai tidak tergesah-gesah. Dan
kemudian lanjut ke soal Bahasa Inggris. Kemampuan Bahasa Inggris saya terbilang
kurang baik. Dari pada saya mengerjakan dengan kepala pusing, saya mengerjakan
dengan insting saya. Tes berakhir kira-kira pukul 12an.
Sambil menunggu hasil tes tulis, saya
mengikuti ujian masuk perguruan tinggi lainnya. Waktu itu saya berada di Jember
untuk mengikuti UM UNEJ. Malam hari sebelum tes UM UNEJ saya mendapat kabar
dari teman kalau sudah ada pengumuman hasil tes tahap satu USM STAN. Sayapun
langsung bergegas membuka hp dan mencari informasi tersebut. Saya sangat senang
dan bersyukur karena nama saya ada di daftar pengumuman tersebut. Namun tesUM
UNEJ saya gagal.
Kata mayoritas sih tahap dua cuman
formalitas, jadi kalau lolos tahap satu pasti lolos masuk STAN, tapi saya
berpikir itu belu tentu. Saya kurang suka kalau cuman katanya-katanya. Tes
tahap dua adalah tes kebugaran kesehatan dan wawancara. Nah saya lebih takut
tes wawancara ketimbang tes kebugaran kesehatan. Karena saya orangnya sering
grogi jadi agak takut kalau diwawancarai.
Di hari pertama saya tes wawancara,
tes dilakukan di GKN Surabaya. Seperti biasa saya menginap dulu sehari di rumah
saudara saya. Saya berangkat pagi-pagi supaya dapat giliran diawal-awal agar
cepat selesai dan tidak grogi lama-lama. Dan seperti dugaan saya, waktu
diwawancarai saya grogi namun saya tetap mencoba untuk tidak memperlihatkan
grogi dan tidak melakukan kesalahan. Saya selesai wawancara sekitar pukul 10
pagi.
Kemudian hari ke dua saya melakukan
tes kesehatan kebugaran. Tes ini diadakan di Lapangan KONI Surabaya. Berangkat
lebih awal juga agar dapat giliran duluan. Tes kesehatan meliputi tes mata,
buta warna, tinggi badan, berat badan, tensi, dan karena saya tes region
Surabaya jadinya ditambah tes ambeien. Yang paling lama adalah tes kesehatan
karena harus mengunggu dokternya data ke tempat tesnya.
Setelah melakukan tes kesehatan, saya
diarahkan menuju lapangan untuk mengikuti tes kebugaran dengan lari
mengelilingi lapangan selama 12 menit. Karena saya gemuk, saya Cuma bisa
berlali 4,5 kali putaran selama 12 menit. Kaki saya sudah loyo tp ada tes
selanjutnya yaitu shuttle run 3 putaran. Kuat atau tidak saya harus tetap
melakukannya. Setelah melakukan serangkaian tes saya langsung pulang.
Dalam menunggu pengumuman hasil akhir
saya mengikutin ujian masuk perguruan tinggi lagi, kali ini saya mencoba ujian
masuk UMM Gelombang III. Sata tidak mau menyia-nyiakan kesempatan yang ada,
karena dengan lolos tahap satu STAN bagi saya belum 100% pasti lolos tahap dua.
Dan untuk ppertama kalinya saya lolos
ujian masuk perguruan tinggi dengan menjadi Mahasiswa UMM jurusan Teknik Sipil.
Saya sangat bahagia dan sngat bersyukur bisa lolos karena selama ini saya mengejar
untuk jadi mahasiswa Teknik Sipil meskipun bukan di ITS.
Kemudian tidak lama setelah itu
keajaiban terjadi lagi saat saya mengerjakan tugas pra-ospek. Allah memberi
jalan baru yang lebih cerah dengan berita pengumuman hasil akhir USM STAN. Nama
saya tertera disana dengan jurusan yang saya pilih. Saya sangat bahagia sekali
karena bisa membahagiakan orang tua saya terutama ayah karena bisa lolos masuk
menjadi mahasiswa STAN. Saya diterima di DI spesialisasi Kepabeanan dan Cukai
dengan lokasi pendidikan di Balikpapan.