Rabu, 11 Februari 2015

PERJUANGAN MENJADI MAHASISWA STAN


Saat masih menempuh pendidikan di SMA tepatnya di SMAN 2 Jombang, pada awalnya saya tidak berpikir sama sekali untuk masuk ke sekolah kedinasan. Pada waktu itu saya ingin melanjutkan ke pergutuan tinggi. Saya sangat tertarik untuk melajutkan pendidikan di ITS jurusan Teknik Sipil. Namun tuhan berkata lain. Semua usaha sudah saya lalukan. Namun saya tidak diberi keberuntungan untuk melanjutkan pendidikan di ITS Surabaya.
Ditengah perjuangan untuk masuk ke perguruan tinggi, ayah saya menyuruh saya untuk masuk sekolah kedinasan. Saya disuruh mendaftar ke STAN (Sekolah Tinggi Akuntansi Negara). Saya pun menerima saran ayah saya untuk mendaftar di STAN dengan mengikuti USM STAN (Ujian Saringan Masuk STAN).
Saya mendaftar USM STAN di wilayah Surabaya. Syarat untuk mengikuti USM STAN salah satunya yaitu melakukan registrasi berkas-berkas, setelah melakukan registrasi baru mendapat kartu untuk mengikuti USM STAN. Sebelum hari ujian USM STAN dilaksanakan, saya sudah banyak berlatih soal-soal dari buku-buku yang telah saya beli.
Lokasi tempat ujian saya adalah di GOR Basket CLS Surabaya. Karena lokasi tepatnya saya belum tahu jadi saya putuskan menginap dulu sehari sebelum ujian di rumah saudara yang ada di Surabaya daerah Karah Agung. Dalam perjalanan saya mendapat cobaan yaitu diserempet orang dan terjatuh dengan mendapat luka di bagian siku kiri saya. Tapi itu tidak menjadi kendala saya untuk mengikuti USM STAN.
Saya melakukan USM STAN tahap satu yaitu tes tulis dengan saudara dan teman saya. Tes dimulai kira-kira pukul 8 pagi, starategi saya mengerjakan dengan mendahulukan bagian yang ada pola-pola gambar yang menurut saya itu yang paling mudah. Kendala mengerjakan tes tidak saya rasakan karena saya mengerjakan dengan santai tidak tergesah-gesah. Dan kemudian lanjut ke soal Bahasa Inggris. Kemampuan Bahasa Inggris saya terbilang kurang baik. Dari pada saya mengerjakan dengan kepala pusing, saya mengerjakan dengan insting saya. Tes berakhir kira-kira pukul 12an.
Sambil menunggu hasil tes tulis, saya mengikuti ujian masuk perguruan tinggi lainnya. Waktu itu saya berada di Jember untuk mengikuti UM UNEJ. Malam hari sebelum tes UM UNEJ saya mendapat kabar dari teman kalau sudah ada pengumuman hasil tes tahap satu USM STAN. Sayapun langsung bergegas membuka hp dan mencari informasi tersebut. Saya sangat senang dan bersyukur karena nama saya ada di daftar pengumuman tersebut. Namun tesUM UNEJ saya gagal.
Kata mayoritas sih tahap dua cuman formalitas, jadi kalau lolos tahap satu pasti lolos masuk STAN, tapi saya berpikir itu belu tentu. Saya kurang suka kalau cuman katanya-katanya. Tes tahap dua adalah tes kebugaran kesehatan dan wawancara. Nah saya lebih takut tes wawancara ketimbang tes kebugaran kesehatan. Karena saya orangnya sering grogi jadi agak takut kalau diwawancarai.
Di hari pertama saya tes wawancara, tes dilakukan di GKN Surabaya. Seperti biasa saya menginap dulu sehari di rumah saudara saya. Saya berangkat pagi-pagi supaya dapat giliran diawal-awal agar cepat selesai dan tidak grogi lama-lama. Dan seperti dugaan saya, waktu diwawancarai saya grogi namun saya tetap mencoba untuk tidak memperlihatkan grogi dan tidak melakukan kesalahan. Saya selesai wawancara sekitar pukul 10 pagi.
Kemudian hari ke dua saya melakukan tes kesehatan kebugaran. Tes ini diadakan di Lapangan KONI Surabaya. Berangkat lebih awal juga agar dapat giliran duluan. Tes kesehatan meliputi tes mata, buta warna, tinggi badan, berat badan, tensi, dan karena saya tes region Surabaya jadinya ditambah tes ambeien. Yang paling lama adalah tes kesehatan karena harus mengunggu dokternya data ke tempat tesnya.
Setelah melakukan tes kesehatan, saya diarahkan menuju lapangan untuk mengikuti tes kebugaran dengan lari mengelilingi lapangan selama 12 menit. Karena saya gemuk, saya Cuma bisa berlali 4,5 kali putaran selama 12 menit. Kaki saya sudah loyo tp ada tes selanjutnya yaitu shuttle run 3 putaran. Kuat atau tidak saya harus tetap melakukannya. Setelah melakukan serangkaian tes saya langsung pulang.
Dalam menunggu pengumuman hasil akhir saya mengikutin ujian masuk perguruan tinggi lagi, kali ini saya mencoba ujian masuk UMM Gelombang III. Sata tidak mau menyia-nyiakan kesempatan yang ada, karena dengan lolos tahap satu STAN bagi saya belum 100% pasti lolos tahap dua.
Dan untuk ppertama kalinya saya lolos ujian masuk perguruan tinggi dengan menjadi Mahasiswa UMM jurusan Teknik Sipil. Saya sangat bahagia dan sngat bersyukur bisa lolos karena selama ini saya mengejar untuk jadi mahasiswa Teknik Sipil meskipun bukan di ITS.

Kemudian tidak lama setelah itu keajaiban terjadi lagi saat saya mengerjakan tugas pra-ospek. Allah memberi jalan baru yang lebih cerah dengan berita pengumuman hasil akhir USM STAN. Nama saya tertera disana dengan jurusan yang saya pilih. Saya sangat bahagia sekali karena bisa membahagiakan orang tua saya terutama ayah karena bisa lolos masuk menjadi mahasiswa STAN. Saya diterima di DI spesialisasi Kepabeanan dan Cukai dengan lokasi pendidikan di Balikpapan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar